SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Di tengah suasana Ramadan yang sarat nilai kedisiplinan dan pengendalian diri, Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi kembali menegaskan komitmennya membangun generasi pelajar yang sadar dan patuh berlalu lintas. Edukasi safety riding digelar di SMK PGRI 2 Kota Jambi, menyasar ratusan siswa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hari.
Kegiatan tersebut dipimpin jajaran Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi di bawah komando Kanit Dikmas, AKP Fidelis Gulo SH MH bersama tim. Bukan sekadar penyampaian materi normatif, para personel membedah persoalan nyata yang kerap dihadapi remaja di jalan raya—mulai dari etika berkendara, kelengkapan administrasi kendaraan, hingga urgensi penggunaan helm berstandar SNI sebagai perlindungan utama.
Edukasi dikemas interaktif. Personel Subdit Kamsel membuka ruang dialog dua arah, mengajak siswa mendiskusikan pelanggaran yang sering dianggap sepele, seperti tidak mengenakan helm, berboncengan lebih dari satu orang, hingga penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar. Diskusi itu sekaligus menjadi cermin bahwa rendahnya kesadaran, bukan semata ketidaktahuan, kerap menjadi akar persoalan.
Tak berhenti pada teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung safety riding. Siswa diberikan pemahaman teknis mengenai posisi berkendara yang benar, cara menjaga keseimbangan, hingga langkah antisipatif menghadapi potensi bahaya di jalan. Pendekatan preventif ini diarahkan untuk meminimalisir risiko kecelakaan, khususnya di kalangan usia pelajar yang secara statistik rentan terlibat insiden lalu lintas.
Untuk mencairkan suasana, panitia menggelar kuis seputar aturan lalu lintas dengan hadiah doorprize menarik. Antusiasme siswa terlihat saat mereka berlomba menjawab pertanyaan. Strategi ini dinilai efektif menanamkan pemahaman tanpa kesan menggurui.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Adi Benny Cahyono, menegaskan bahwa edukasi keselamatan harus menyentuh aspek perilaku, bukan hanya pengetahuan.
“Kami ingin para siswa tidak hanya sekadar tahu aturan, tapi menjadikannya sebagai gaya hidup. Keselamatan adalah prioritas,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.
Senada dengan itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi, Novrizal, berharap langkah preventif yang konsisten dilakukan dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar di Jambi.
Menurutnya, membangun budaya tertib lalu lintas tidak bisa instan. Diperlukan kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, serta para siswa itu sendiri. Edukasi yang dilakukan di lingkungan sekolah dinilai strategis karena menyasar generasi muda pada fase pembentukan karakter.
Kegiatan di SMK PGRI 2 Kota Jambi menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Ditlantas Polda Jambi dalam menciptakan generasi berkeselamatan. Di bulan yang identik dengan penguatan nilai moral ini, pesan yang disampaikan sederhana namun tegas: disiplin di jalan adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.
Jika kesadaran itu tumbuh sejak bangku sekolah, maka harapan menekan angka kecelakaan bukan sekadar wacana, melainkan target yang realistis untuk diwujudkan.
































